Skip to content

R A S A

January 20, 2009
tags:

Setiap rindu yang datang
Datang menyiksa hati
Hati yang tlah kering
Kering keronta tak berair
Berair matapun tak akan mampu
Mampu membawa kembali
Kembali untuk menghapus
Menghapus airmata
Airmata yang selalu menjadi saksi
Saksi akan rindu dan cinta
Cinta yang tak berkesudahan
Berkesudahan sebagai drama
Drama yang dimainkan oleh peran
Peran yang dimainkan oleh sang elok
Eloknya layaknya puisi
Puisi yang menyanyikan setiap keindahan dan nestapa
Nestapa yang tak pernah berakhir
Berakhir di ujung penantian
Penantian yang panjang
Panjang dalam impian dan khayalan
Khayalan bersama dalam mahligai
Mahligai peraduan yang syahdu
Syahdu bak nyanyian burung surga
Surga yang tak pernah pudar
Pudar dalam setiap waktu
Waktu yang tak kekal
Kekal  sebagai Cinta abadi
Abadi bersama
Bersama dalam cinta
Cinta..Surga…
Dimana…kau???

DBLN, 03.00-241208

One Comment leave one →
  1. Putri imutZ permalink
    March 14, 2010 3:40 pm

    Puisi ny seperti mengartikan hati yang begitu dlm bgt,
    uh jd ikt sedih nue
    khlgn cinta yea?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: