Skip to content

Senja Tersisih

February 18, 2009

Bias warnamu telah silaukan hari yang redup

Tertutup awan berkelabu harapan

Yakiniku. Sesaat ragu

Cahayamu mencoba berikan ekpresi

Pada keteguhan teryakini

:Nyatanya kau tersingkir dengan segala kesempurnaan dan kearifanmu

Maaf, yang tidak bisa mengerti pada keindahanmu

DBLN, 22.28-180209

4 Comments leave one →
  1. February 21, 2009 8:17 pm

    Keindahan memang tidak bisa dipahami🙂. Betul begitu?

  2. February 20, 2009 9:58 pm

    kenapa juga mesti terpahami? ah kepalaku lelah memahami keindahan.
    nuwun sewu jeng. mampir. puisi indah yang tiba-tiba manyadarkan saya apa saya telah memahaminya atau hanya mereka-reka.
    salam,..
    makasih udah mampir.

  3. February 19, 2009 8:00 am

    makasih kunjungannya kakak…
    seneng rasanya senior seperti kakak dah bersedia mampir ke blog aq..
    semangat juga buat kakak..
    posting yang banyak ya kak biar aq bisa belajar dari karya kakak..

  4. February 19, 2009 12:55 am

    pagi….sajak yang indah..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: