Skip to content

“Aku Mencintaimu, TITIK!”

February 15, 2009

Ku beri meski tak kau minta

Masih saja bertanya meski tahumu mengendap pada jiwamu

Rasanya lelah untuk memberi tahumu

Namun tetap kau beri lagi pertanyaan yang sama

Tak lelahkah kau bertanya?

:”Aku mencintaimu. TITIK”

Kataku pada kau yang sedang dilanda rindu, benci dan cemburukah juga?

Penasaranmu tak kunjung padam untuk menghantui sel-sel otakmu yang kotor

Lagi kau tanya, dan lagi kau bermain kata

Dan masih dengan jawab yang sama untuk kuberikan

:”Aku mencintaimu”. TITIK!”

DBLN, 00.19-150209

Advertisements

Semrawut

February 8, 2009

Sabtu malam telah tertinggal

1,2,3,4,5,6, 7, 8  botol berbaris tak beratur

Semriwing bau tak sedap menyeruak

Timbulkan mual dan sesak yang tak biasa

Ruas dapur laksana pesawat pecah

4 korban berbaring

Tandanya K.O???

Senyum simpul hangover menghias

Dari wajah2 yang tak jera

DBL, 14.37-010109

Rehat Sejenak

February 6, 2009

Acap kali selisih kata

Selalu saja air mata tertumpah

Tak bisakah kurehat?

Dari amarah tak tertahanmu?

DBLN, 11.55-060209

Nama Terindah

February 1, 2009

:”Sri”

Namamu tersebut dalam deretan keju bernama

Si timur yang berada didekatmu tersenyum

:”Kenapa?”

Tatapmu bertanya pada si ikal tampan

Yang nampak modis pada gaya yang dipaksakan parlente

:”Cantikcantik kok namanya Sri”

Dahimu terkenyit terheran

Dan bukan pertama kalinya ejekan terujar

Hanya karena garagara namamu

Lagi, kau slalu tak mau kalah

Mencoba keluar dari cibiran pengiri

Pengiri?

Kaupun tersenyum bila membayangkan itu

Puas hatimu untuk merasa bahagia

Menolak hinaan atas namamu

Yang kau anggap indah dari nama yang lain

DBL, 17.29-010209

Bukan Yang Sempurna

February 1, 2009

Mata ini memang tak seindah miliknya

Namun mata inilah yang telah melihatmu sebagai seseorang yang terindah

Tubuh ini memang tak sesexy dirinya

Namun tubuh inilah yang telah memberikan keturunan untukmu

Sebagai warisan yang bernama pernikahan dan pula atas nama cinta

Sikap ini memang tak selembut dirinya

Namun sikap inilah yang telah mengertimu sejak masa asmara

Tak pernah terlintas bahwa kau kurang untuk kita

Karena kau adalah pria terhebat dari seorang istri yang mencintai segala tentangmu

Seorang ayah terhebat dari anak yang dicintai

Merenda waktu hidupku bersamamu adalah sebuah karunia

Walau terkadang ada saja cobaan menerpa

Namun tahukah kau?

Aku selalu membuka hati

Untuk bisa dimaafkan, memaafkan

Karena ku tak mau berpisah denganmu….

DBLN, 01.26-010209

Suci Bukan Perawan

January 30, 2009

Tirai mahkota tertingkap godaan

Tersentuh oleh birahi adam bernapsu

Mengerang dalam klimaks ternama cinta

DBLN, 114.27-300109

Raga Tanpa Cinta

January 30, 2009

Habis terlebur dalam tank-tank berangkara

Puaskan dengan darah makhluk yang dianggap lawan

Tak jua kau puas hantamkan mereka keneraka murkamu

DBLN, 14.33-300109